Share, , Google Plus, Pinterest,

Posted in:

Rutin Cek Tekanan Darah

© by shutterstock

Mengapa selama hamil seorang wanita harus selalu diperiksa tensi darahnya? Seberapa penting hal ini dilakukan?

Kondisi kehamilan ternyata membuat tekanan darah calon ibu berubah-ubah, dan berisiko terjadi komplikasi. Beberapa komplikasi yang bisa timbul saat hamil dan menyebabkan kematian, antara lain perdarahan, preeklampsi, infeksi dan darah tinggi. Hal itu bisa dideteksi dengan pemeriksaan tensi darah. Itulah mengapa, cek tekanan darah menjadi satu ritual wajib ketika melakukan kontrol kandungan.

KISARAN TEKANAN DARAH
Menurut dr. Handi Suryana, SpOG dari rumah sakit Royal Taruma, tekanan darah normal pada BuMil berada di kisaran angka 110/70 mmHG sampai 120/80 mmHG. Walau begitu, tekanan darah pada tiap BuMil bisa berubah-ubah tiap semester. Mengapa? Pada trimester I dan II, tekanan darah BuMil umumnya mengalami penurunan dibandingkan dengan saat sebelum hamil. Hal ini dipengaruhi oleh hormon progesteron, dan dinding pembuluh darah yang mekar, sehingga tekanan darah menurun. Sementara, pada trimester III, tekanan darah akan kembali seperti semula, sama seperti ketika Moms belum hamil. Dan ini merupakan pola normal.

DARAH TINGGI
Apakah Moms memiliki masalah tekanan darah rendah? Tak perlu khawatir selama tak ada gangguan lainnya. Sebaliknya, BuMil dikatakan mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) jika sudah berada di angka 140/90 mmHG.

Jika tekanan darah tinggi ditemukan terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu (5 bulan), itu berarti darah tinggi tersebut biasanya bukan disebabkan oleh kehamilan. Dengan kata lain, sebelum hamil, Moms memang sudah memiliki riwayat tekanan darah tinggi (biasa disebut dengan istilah essential hypertension). Namun, jika darah tinggi terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu (5 bulan), inilah yang umumnya ada kaitannya dengan kehamilan (biasa disebut dengan gestational hypertension).

PENANGANAN
BuMil dengan darah rendah atau tinggi diharuskan berkonsultasi dahulu dengan dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan untuk diketahui dahulu penyebab utamanya agar penanganan bisa tepat.

Untuk BuMil dengan darah rendah, sehari-hari bisa saja minum teh manis, susu manis atau makan makanan lain yang bergizi. Selain itu, pada kondisi seperti ini biasanya BuMil dianjurkan untuk selalu mendapatkan istirahat yang cukup. Jangan meminum sembarang obat selama hamil.

Sedangkan untuk BuMil dengan darah tinggi, harus diketahui dahulu, apakah termasuk  hipertensi esensial atau hipertensi gestasional. Pada BuMil dengan hipertensi gestasional (di atas 20 minggu), maka perlu diketahui apakah merupakan preeklampsi (keracunan kehamilan atau toksemia) ataukah tidak, sehingga perlu dilakukan pengecekan berikutnya. Caranya, selain dengan cek tensi darah juga dilakukan pemeriksaan urin. Jika di dalam urin ditemukan kadar protein maka positif BuMil mengalami preeklampsia dan harus dikonsultasikan dengan dokter untuk ditindaklanjuti.

Sayangnya, hipertensi gestasional ini belum diketahui pasti penyebabnya. Bisa terjadi pada satu BuMil, namun belum tentu terjadi pada BuMil lain. Untuk itu, peran cek tensi darah secara rutin menjadi sangat penting karena bisa menjadi penjaga awal untuk melihat apakah ada komplikasi ataukah tidak. Malik/Ares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*