Share, , Google Plus, Pinterest,

Posted in:

Kala Batita Menyakiti Dirinya Sendiri

© by depositphotos

Walaupun pada usia batita, memukul dan menggigit tergolong wajar, namun tingkah laku menyakiti diri sendiri tidak dapat dikatakan wajar. Biasanya dan seharusnya, tingkah laku memukul dan menggigit diri sendiri, akan menghilang setelah usia 3 tahun.

Menurut  Yelia Dini Puspita, M. Psi, memukul dan menggigit diri sendiri merupakan tingkah laku menyakiti diri sendiri atau self injuries.

Perlu Diwaspadai Bila…
Perilaku memukul atau menggigit diri sendiri pada batita perlu diwaspadai jika tampil secara eksesif, sangat sering dilakukan, atau jika disertai dengan tampilnya tingkah laku maladaptif lainnya seperti keterlambatan bicara, kurang berkembangnya kontak sosial, kemampuan motorik yang kurang optimal, atau hal lain yang dapat menjadi indikasi adanya gangguan perkembangan.

Berbagai Penyebab
Ada beberapa alasan anak menyakiti dirinya sendiri:

  • Mencari perhatian. Ketika batita mencoba memukul dan menggigit diri sendiri kemudian mendapatkan perhatian dari orang di sekitarnya, seperti reaksi kaget, marah, cemas, dan lain sebagainya, maka anak cenderung mengulangi kembali tingkah laku tersebut.
  • Sebagai bentuk ekspresi emosi. Perkembangan bahasa batita masih belum optimal, sehingga seringkali mereka masih mengalami kesulitan untuk mengungkapkan perasaannya secara verbal dan mengungkapkannya dengan bentuk-bentuk non verbal.
  • Sebagai respons terhadap situasi yang overwhelming bagi anak.
  • Untuk menenangkan diri ketika anak menghadapi situasi yang menekan. Ada penelitian yang menyatakan bahwa menyakiti diri sendiri dapat melepaskan neurotransmitter yang menimbulkan efek munculnya rasa tenang.
  • Batita pernah mendapatkan hukuman dengan digigit dan dipukul. Sehingga ia mengulangi atau melakukan hal tersebut pada dirinya sendiri.
  • Anak merasa bahwa ia perlu dihukum. Karena merasa marah sehingga ia memukul dan menggigit dirinya sendiri.
  • Meniru tingkah laku orang lain. Baik dengan melihat secara langsung atau melalui tontonan.
  • Indikasi adanya gangguan emosi atau gangguan perkembangan lainnya. Seperti autism spectrum disorder dan gangguan sensori.

Dampak Psikologis
Perilaku menyakiti diri sendiri bukanlah cara yang tepat untuk mengekspresikan emosi anak. Untuk itu, anak perlu belajar menghayati emosinya dan mengekspresikannya dengan cara yang tepat.

Selain dapat menimbulkan akibat fisik pada tubuh anak, seperti rasa sakit dan luka, perilaku menyakiti diri sendiri jika dibiarkan dapat menimbulkan efek psikis seperti rasa tidak berdaya, rasa tidak berharga, kesulitan mengungkapkan perasaan, kurangnya kemampuan mengelola emosi, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, tidak ada sisi positif dari tingkah laku self injuries yang dilakukan oleh anak batita. Deppy/Ares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*