Share, , Google Plus, Pinterest,

Posted in:

Jika Jantung si Kecil “Bermasalah”

© by istimewa

Merawat bayi yang terlahir memiliki penyakit jantung bawaan (PJB) memang harus ekstra hati-hati. Salah bertindak, bisa jadi berakibat fatal untuk keselamatan nyawanya. Lantas, apa yang perlu diperhatikan orangtua?

Sebelum merawat si kecil, ada baiknya Anda kenali terlebih dahulu jenis penyakit jantung bawaan.

Jenis Jantung Bawaan
Menurut dr. Radityo Prakoso, SpJP(K) FIHA, FAPSIC dari RS. Jantung Harapan Kita, Jakarta, ada banyak sekali ragam penyakit jenis jantung bawaan yang bisa saja terjadi pada buah hati Anda, seperti:

  1. Ventricular Septal Defect

Penyakit ini sering juga disebut sebagai sekat bilik jantung berlubang  yang menyebabkan terjadinya kebocoran darah di bilik kiri dan bilik kanan jantung. Bila lubang yang bocor kecil maka Ventricular Septal Defect (VSD) ini tidak menimbulkan masalah berarti. Namun yang berbahaya ialah ketika lubang kebocorannya besar karena bisa menyebabkan kegagalan jantung.

Menurut data, VSD adalah kelainan jantung bawaan yang cukup sering terjadi. Gejala utamanya adalah terjadi gangguan pertumbuhan, napas bayi pendek, mudah lelah, dan kesulitan ketika menyusui.

  1. Pulmonary Stenosis

Kelainan ini menyebabkan katup pulmonal tidak bisa terbuka secara sempurna sehingga jumlah darah yang mencapai ke paru-paru berkurang. Katup pulmonal adalah katup yang menjadi pintu pembatas antara ruang ventrikel atau bilik jantung dengan pembuluh darah menuju paru-paru.

Yang harus dicermati bahwa Pulmonary Stenosis (PS) ini biasanya baru terdeteksi ketika penderitanya sudah beranjak dewasa. Oleh sebab itu, memeriksakan kondisi jantung janin sejak dalam kandungan atau saat masih bayi, merupakan langkah tepat dalam mendeteksi dini PS dan mengatur penanganan selanjutnya.

  1. Atrial Septal Defect

Penyakit ini sering juga disebut sekat serambi  jantung berlubang yakni terdapatnya lubang di antara dua serambi pada jantung. Atrial Septal Defect (ASD) ini terjadi karena adanya lubang pada sekat yang memisahkan atrium kiri dan kanan. ASD ini terjadi pada 5 sampai 7 persen kasus dan mayoritas terjadi pada bayi perempuan.

  1. Tetralogi Fallot

Mungkin Tetralogi Fallot (TF) ini yang paling kompleks karena merupakan komplikasi yang melibatkan ketiga kondisi di atas. Biasanya ciri dari bayi yang menderita TF ini akan memperlihatkan kulit yang membiru karena terjadinya kekurangan oksigen.

Pertolongan Pertama
Menurut dr. Radit, sebenarnya ciri-ciri jantung bawaan yang paling terlihat adalah ketika kulit bayi sudah berwarna biru dan mengalami sesak napas.

“Ketika masih baru lahir, kenali bayi Anda biru atau tidak, napasnya cepat atau tidak, apakah dia berkeringat saat menyusui, atau nyusu berhenti-henti, dan suara tangisannya seperti merintih. Tapi kalau sudah terdapat dua tanda yakni biru dan sesak, itu sudah pasti jantung bawaan,” tandasnya.

Jika mendapati tanda tersebut, Moms jangan panik. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mendekap bayi Anda dalam posisi Nicest Position (didekap). Dekap bayi Anda dalam posisi nyaman di pelukan Anda, sambil kakinya ditekuk jongkok lalu bawa ke rumah sakit terdekat. “Di RS, dokter akan memasang infus dan memberinya cairan,” terangnya.

Setelah diberi cairan, tindakan selanjutnya adalah memastikan jenis jantung bawaan dengan USG. Cara ini paling aman dibanding CT Scan yang menggunakan radiasi dan  membahayakan bayi baru lahir. Nah, setelah terdeteksi apa jenis penyakit jantung bawaan si kecil, barulah dokter akan memutuskan apakah perlu dilakukan bedah atau tidak.

Menurut dr. Radit, tindakan non bedah bisa berupa kateterisasi jantung. Kateterisasi jantung adalah suatu tindakan untuk menegakkan diagnosis dan mengobati beberapa kondisi jantung beserta pembuluh darah. Misalnya, tindakan untuk menutup defek jantung, memasang sekat, dan sebagainya. Selama kateterisasi jantung, pipa tipis berukuran panjang yang dinamakan kateter dimasukkan ke dalam pembuluh vena atau arteri yang ada di lipatan paha, leher, atau lengan dan kemudian diputar melalui pembuluh darah untuk sampai ke jantung. Setelah itu, ada perawatan lanjutan selama beberapa hari. Jangan khawatir, biasanya setelah dilakukan tindakan medis, 90 persen penderita penyakit jantung bawaan akan sembuh. Mom&Kiddie/Ares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*