Share, , Google Plus, Pinterest,

Posted in:

Anakku Mulai Jatuh Cinta!

anakku jatuh cinta© by shutterstock

“Ma, dia cantik ya? Aku suka loh sama dia!” Mendengar kalimat tersebut diucapkan si kecil, mungkin reaksi Moms terkejut sekaligus geli sendiri. “Anak zaman sekarang, kecil-kecil kok sudah naksir cewek!” batin Moms seraya geleng kepala.

Tak jarang para orangtua khawatir saat mengetahui anaknya mulai tertarik dengan lawan jenis. Ada pula yang jadi membatasi pergaulan anak. Bagaimana ulasan Psikolog, Efnie Indrianie, M. Psi, seputar masalah ini?

Tertarik Dengan Lawan Jenis
Dilihat dari sudut pandang perkembangan anak, biasanya mereka mulai tertarik dengan lawan jenis saat menjelang pubertas yakni usia 9 tahun. Namun seiring perubahan dari sistem komunikasi dan tata cara pergaulan, kini anak usia 6 tahun pun sudah ada yang mulai tertarik dengan lawan jenis.

Pergaulan pra remaja mulai diwarnai dengan rasa suka terhadap lawan jenisnya. Setiap pra remaja memiliki waktu yang berbeda-beda untuk mulai tertarik dengan temannya. Ada yang cepat mengalami ketertarikan dengan lawan jenis, ada juga yang lambat.

Jika anak mengalami jatuh cinta terlalu cepat, hal tersebut masih normal. Namun, Anda tetap harus bijak menyikapinya. Karena bagaimanapun anak-anak harus berteman secara wajar saat masih duduk di bangku SD dan SMP.

Ketertarikan pada lawan jenis juga disebabkan rasa penasaran anak. Sehingga tidak heran jika ada anak usia 6 tahun mulai tertarik dan mulai mendekati lawan jenis. Anak pun mulai banyak bertanya kepada orangtua mengenai hal-hal seksual. Pada masa inilah peran orangtua dan lingkungan menjadi sangat penting untuk membimbing anak.
Moms sebaiknya memberikan jawaban yang sederhana, apa adanya dan masuk akal supaya rasa penasaran anak terjawab dan tidak mencari jawaban dari sumber-sumber lain yang mungkin saja kurang tepat.

Orangtua tidak perlu memberi jawaban dengan sangat detail, biarkan pertanyaan dan komentar anak memberitahu seberapa jauh anak ingin tahu dan siap untuk mendengar jawaban dari orang tua.
Pada masa ini, kedekatan yang ada pada anak- anak yang berbeda jenis kelamin lebih banyak didasarkan oleh pengaruh lingkungan. Tapi bagi mereka, hubungan kedekatan tersebut lebih didasarkan pada hubungan pertemanan yang sering menghabiskan waktu bermain bersama, namun mereka belum memahami arti kedekatan yang sebenarnya. Zulfa/Ares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*